Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Ciri-ciri cowok matre

Diposting oleh Hidayat on Kamis, 17 Februari 2011Senin, 14 Februari 2011Minggu, 13 Februari 2011Jumat, 11 Februari 2011

Wanita mana yang tidak kebat-
kebit hatinya ketika bertemu
pria tampan dan simpatik?
Tentunya, perhatian si dia bisa
bikin hati berbunga-bunga.
Namun, bagaimana jika di balik
sikapnya yang memesona, dia
malah sedang ‘menguras’
kantong Anda alias dia ini
adalah Cowok Matre.
Menurut Cherie Carter-Scott
dalam bukunya ‘If Love is a
Game, These are the Rules’, ada
beberapa tanda yang bisa Anda
kenali untuk mendeteksi pria
materialistis alias matre.


Ini Dia Ciri-ciri Cowok Matre:


1. Awalnya tidak pelit

Tipe pria matre ini awalnya
memang tergolong royal. Pada
awalnya dia menghujani Anda
kiriman bunga, cokelat, dan
benda-benda unik. Tentunya,
Anda bisa luluh pada godaan
pria romantis itu.
Pria jenis ini pintar melakukan
berbagai cara untuk
menaklukkan wanita. Sifat
matre-nya baru akan kelihatan
kalau wanita yang diincar sudah
berhasil didapat.


2. Penampilan gaya

Sebagai wanita, sebaiknya
mengenal baik pria seperti apa
yang sedang mendekati Anda.
Jangan mudah tertarik pada
penampilan saja, sebab biasanya
pria matre itu penampilannya
bergaya. Untuk mengenalinya
juga bisa dilihat dari cara dia
memilih teman dan pasangan.
Coba perhatikan, siapa-siapa
saja temannya atau mantan-
mantannya. Apakah selama ini
ia hanya bergaul dengan
kalangan jetset saja atau tidak.


3. Banyak alasan pada saat
mau membayar sesuatu

Pria matre biasanya enggan
mengeluarkan uang dari kocek
sendiri untuk keperluan
pasangannya. Dan, kondisi
semacam ini berlangsung terus-
menerus. Ciri lainnya, mereka
terlalu berhitung alias pelit, tapi
bisa royal untuk kesenangannya
sendiri. Mereka juga tidak punya
rasa sungkan untuk meminta
sesuatu dari sang kekasih.
Tapi, benarkah seorang pria
matre adalah seratus persen
sosok ‘tanpa hati’ yang cuma
melirik isi dompet wanita? Ada
kemungkinan si pria matre
sungguh-sungguh jatuh hati
pada kekasihnya, tapi juga
sekaligus mengambil
keuntungan materi darinya.
Lantas, bagaimana bila Anda
sudah kepincut dengan pria tipe
ini? Saran Cherie, cobalah
ungkapkan masalah keuangan
ini padanya. Tahapan
selanjutnya adalah melakukan
negosiasi.
Ada pun negosiasi bisa
dilakukan melalui tindakan.
Misalnya, Anda yang biasanya
murah hati, tiba-tiba menolak
jika dia meminta sesuatu. Atau,
biasanya ringan mentraktir, jadi
mulai hitung-hitungan. Yang
biasanya mudah memberi
hadiah, dihentikan dulu untuk
sementara. Lakukan berulang
kali agar ia menangkap isyarat
pelan-pelan, tapi ‘menusuk’ dari
Anda. Cara semacam itu
lumayan jitu untuk mengukur
kesungguhan cintanya.
Jika si dia belum tobat juga dari
matre-nya? Apa boleh buat,
Anda harus berani mengambil
keputusan untuk hidup Anda.
Sebelum telanjur terlibat jauh,
lebih baik segera tinggalkan saja.
Karena, banyak kasus konflik
suami-istri yang berakhir pada
perceraian, bersumber dari
masalah keuangan.
More aboutCiri-ciri cowok matre

7 cara mengatasi marah dalam pacaran

Diposting oleh Hidayat on Kamis, 17 Februari 2011Senin, 14 Februari 2011Minggu, 13 Februari 2011Jumat, 11 Februari 2011

Dalam sebuah hubungan,
pertengkaran memang tidak
bisa dihindari. Jika tidak hati-
hati, masalah kecil akan menjadi
besar. Untuk menghindari hal
yang tidak diinginkan, simak tips
mendinginkan suasana ini.

1. Tenang. Ambil jeda waktu
beberapa menit ketika muncul
perasaan ingin ‘meledak’. Anda
bisa pergi ke ruangan lain dan
lepaskan ‘ledakan’ itu di sana.
Bila perlu, ambil waktu lebih
panjang. Setelah tenang, temui
kembali pasangan dan
selesaikan masalah dengan
kepala dingin.


2. Hindari Kata ‘Selalu’ Dan
‘Tidak Pernah’. “Kamu selalu
begitu” atau “Kamu tidak
pernah mengerti perasaanku”.
Ucapan ini sering terlontar
ketika kita marah pada
pasangan. Padahal, penggunaan
kata-kata ini akan semakin
memperuncing pertengkaran.
Hindari ucapan tersebut atau
coba katakan lebih spesifik dan
jelas.


3. Stop Berultimatum. Apa pun
masalahnya, pertengkaran
bukan akhir sebuah hubungan.
Jadi, jangan mengeluarkan
ultimatum atau mendeklarasikan
hubungan Anda telah berakhir.
Fokuskan perhatian pada inti
masalah. Jangan biarkan diri
Anda terbawa suasana.


4. Jangan Katakan “Aku benci
Kamu”. Apa pun yang Anda
rasakan saat bertengkar, jangan
pernah sekali pun
mengeluarkan ungkapan benci.
Apalagi jika sebenarnya Anda
tidak bermaksud seperti yang
Anda katakan. Ungkapan
seperti, “Aku benci kalau kamu
bersikap seperti itu”, akan lebih
enak didengar dibandingkan
“ Aku benci padamu”.


5. Toleran. Taktik bagus untuk
menenangkan dan
mendinginkan suasana adalah
dengan berkata lembut dan
halus pada pasangan yang
sedang ‘panas’ hati. Bersikaplah
lebih toleran, sabar dan
tempatkan diri Anda di
posisinya. Jika Anda tak pernah
melakukan hal ini pada
pasangan, jangan harap dia
akan berbuat sama pada Anda.


6. Jangan Akhiri Pertengkaran
Dengan Pertengkaran.
Maksudnya, jangan
mengomentari pertengkaran
yang telah lewat secara
berlebihan. Tidak penting siapa
yang mulai menyela atau
berteriak, jika Anda dan dia
telah setuju dan berdamai.
Hentikan tindakan atau ucapan
yang dapat menyulut
pertengkaran baru.


7. “Maaf”. Kata ini memang
memiliki kekuatan magis yang
besar dan bekerja sangat baik
dalam menyelesaikan
pertengkaran. Mintalah maaf
kalau pernah berlaku tidak baik
selama pertengkaran, meski
Anda merasa tidak bersalah
dalam pertengkaran tersebut.
Bagian terbaik dari sebuah
pertengkaran adalah saat
berbaikkan. Jadi, berbaikanlah.
Nyatakan perasaan cinta Anda
dan peluk dia!
More about7 cara mengatasi marah dalam pacaran

5 tanda si dia akan putuskan cinta

Diposting oleh Hidayat on Kamis, 17 Februari 2011Senin, 14 Februari 2011Minggu, 13 Februari 2011Jumat, 11 Februari 2011


Anda merasa kekasih mulai
berulah dan tak lagi
menyenangkan? Jika iya, coba
cari tahu apakah si dia
melakukan lima tanda-tanda
yang menunjukkan akan
mencampakkan Anda.



1. Membuat pertengkaran yang
mengada-ada.
Saat si dia mulai
membuat suatu topik yang
mengada-ada menjadi sebuah
pertengkaran, itu salah satu
tanda kalau Anda akan
diputuskan. Apalagi jika
pertengkaran mengada-ada ini
terjadi semakin sering, artinya si
dia benar-benar sudah tak
tahan berhubungan dengan
Anda.


2. “Aku butuh ruang,” begitu
kata si dia. Kalimat tersebut
biasanya jadi andalan para pria
saat ingin menjauh sejenak dari
kekasihnya.


3. Si dia membeli nomer pra
bayar baru.
Saat melakukan hal
itu, bisa jadi si dia akan memberi
banyak alasan, misalnya untuk
urusan pekerjaan. Namun
biasanya, pria melakukan hal itu
karena dia mulai menjauh dari
Anda. Si dia pun berusaha
mencari cara untuk menemukan
kehidupan baru (wanita lain)
dengan nomer barunya ini yang
sulit Anda deteksi.


4. Kekasih mendadak mengubah
penampilan.
Jika biasanya dia
sehari-hari bergaya dengan
jeans dan kaos, namun tiba-tiba
menjadi rapih, waspadalah. Pria
yang akan mencampakkan Anda
(biasanya karena selingkuh),
akan lebih peduli dengan
penampilannya. Dia akan mulai
rajin olahraga, diet sampai
berganti parfum.


5. Si dia menjaga jarak.
Setiap
malam minggu si dia biasanya
rajin datang ke rumah Anda,
namun kini tiba-tiba berubah. Si
dia juga mulai jarang pergi
bersama Anda. Dengan
berbagai alasan si dia menolak
jalan bersama Anda. Komunikasi
yang biasanya sering, juga jarang
dilakukan. Jika semua hal
tersebut terjadi, bisa jadi si dia
memang ingin putus dari Anda.
More about5 tanda si dia akan putuskan cinta

Tips menggunakan charger ponsel

Diposting oleh Hidayat on Kamis, 17 Februari 2011Senin, 14 Februari 2011Minggu, 13 Februari 2011Jumat, 11 Februari 2011

Mungkin Anda bisa membeli
handphone dari yang harga
murah sampai yang harganya
paling mahal. Tetapi akan sangat
disayangkan bila penggunaan
charger yang salah berakibat
rusaknya ponsel khususnya
phone battery baterai ponsel.

Banyak pengguna ponsel yang
menyepelekan penggunaan
charger handphone ini.
Padahal, pemilihan charger dan
proses charging yang benar
menentukan keawetan battery
baterai dan handset. Ponsel
seharusnya charging setidaknya
dua sampai 4 kali seminggu,
tergantung pemakaiannya.

Bila charger handphone tidak
berfungsi dengan sempurna,
bisa-bisa baterai ponsel nge-
drop dalam sehari karena tidak
terisi penuh. Berikut ini tips-tips
pemilihan dan penggunaan
charger ponsel yang benar:

1. Saat Anda pertama kali membeli
ponsel baru, isi baterai sesuai
prosedur. Lama waktu charging
pertama kali biasanya selama 4
sampai 6 jam atau ikuti saran
dari penjual handphone yang
terpercaya. (Lebih baik mengisi
penuh baterai saat pertama kali
lalu cabut charger bila sudah
penuh).

2. Kebanyakan charger ponsel bisa
digunakan untuk beberapa tipe
handphone. Ini bisa dilihat dari
spesifikasi charger yang ada di
bagian belakang charger. Tetapi
lebih baik hal ini dihindari karena
setiap jenis handphone memiliki
battery type tipe baterai dan
charger tertentu.

3. Gunakan charger asli atau orisinil
dari handphone tersebut. Bila
Anda ingin mengganti phone
charger charger ponsel, beli di
toko-toko yang menyediakan
charger orisinil. Sekarang ini
sudah banyak charger yang
aspal ( tampilannya seperti
charger asli padahal palsu ).

4. Proses charging juga
menentukan keawetan baterai
dan handset. Usahakan untuk
tidak melebihi waktu pengisian
atau overcharging. Meninggalkan
ponsel saat charging semalaman
juga menyebabkan baterai
mudah drop. Pilih charger yang
menggunakan timer sensor
panas, sehingga pada saat
baterai terisi penuh secara
otomatis proses charging akan
terputus.

5. Jangan terlalu sering charging
baterai menggunakan charger
mobil. Hal ini dikarenakan
spesifikasi charger mobil dan
charger biasa berbeda. Arus
yang dihasilkan dari aki mobil
dan listrik PLN berbeda pula.
Sehingga out-put dari keduanya
pun tentu saja berbeda.

6. Bila Anda sering pergi keluar
negeri, jangan lupa untuk
membawa power plug (colokan
listrik) tambahan multi fungsi.
Karena beberapa negara
memiliki stop kontak yang
berbeda dari Indonesia. Power
plug ini sebaiknya dapat
menyambung 2 kaki charger
menjadi tiga kaki dan kaki yang
bulat menjadi pipih.


Semoga beberapa tips pemilihan
charger ponsel dan cara
charging ini dapat membuat
baterai dan handphone Anda
dapat awet dan berfungsi
sempurna.
More aboutTips menggunakan charger ponsel

pertimbang kan 5 hal berikut sebelum mengungkapkan cinta

Diposting oleh Hidayat on Kamis, 17 Februari 2011Senin, 14 Februari 2011Minggu, 13 Februari 2011Jumat, 11 Februari 2011

Apa sih arti cinta? Anda mungkin
harus bertanya pada Seal.
Pelantun Kiss from A Rose ini
mulai berpacaran dengan Heidi
Klum ketika model kondang ini
sedang hamil putri pertamanya,
Leni. Ayah biologis Leni adalah
bos Formula One, Flavio
Briatore. Sejak putus dari model
asal Jerman itu, Briatore tak
pernah terlibat dalam kehidupan
Leni.
Meskipun Seal dan Heidi
memiliki anak sendiri, yaitu
Henry, Seal selalu menganggap
Leni adalah anaknya sendiri.
“Leni adalah anak pertamaku.
Seperti saat Heidi mengandung
Henry, aku melihat Heidi
bertambah besar dengan Leni di
dalam perutnya. Dan aku juga
ada ketika ia lahir," ujar Seal.
So sweeeet... begitu mungkin
komentar Anda. Untuk
menerima pasangan kita
seutuhnya (lengkap dengan
kekurangan dan masa lalunya),
tentu butuh pemahaman yang
mendalam tentang konsep cinta
yang sebenarnya. Karena itu,
sebaiknya Anda tak
sembarangan mengucapkannya.
Apalagi, jika hubungan Anda
dengan pria incaran Anda ini
belum lama. Ada beberapa hal
yang perlu Anda pertimbangkan
sebelum Anda mengatakan "I
love you", seperti:
Siapa yang akan
menyampaikannya lebih dulu?
Hari gini, perempuan pun boleh
menyampaikan perasaannya
pada pria yang disukainya. Hal
ini lebih baik daripada
memendamnya terus, sampai
akhirnya si dia menikah dengan
orang lain. Tak ada salahnya
kok, Anda bilang cinta lebih
dulu. Namun, pastikan si dia
memang memiliki perasaan yang
sama. Tak ada yang lebih
mengecewakan daripada
menyadari bahwa pria yang
dekat dengan Anda selama ini
ternyata tidak memiliki perasaan
khusus terhadap Anda. Bila
Anda tak berani
mengungkapkan perasaan, ya
sudah, berikan saja sinyal-sinyal
bahwa Anda menyukainya.
Apakah Anda memang benar-
benar mencintainya?
Coba ingat-ingat, adakah teman,
keluarga, atau Anda sendiri,
yang pernah mengatakan "Aku
cinta padamu" pada pasangan?
Rasanya tidak. Anda pasti lebih
sreg mengucapkannya, "I love
you." Karena, hal ini biasa Anda
dengar dari film-film, dan
terdengar begitu manis. Lama-
kelamaan, ucapan ini hanya
terdengar seperti ucapan manis
belaka. Di pihak lain, pria juga
kerap mengucapkan kalimat
sakti ini sebagai taktik manipulasi.
Contohnya, waktu Anda marah
besar karena kelakuannya, dan
ia mengucapkan kalimat itu
untuk meluluhkan hati Anda.
Atau, untuk mencegah Anda
pergi darinya setelah mengetahui
ia selingkuh. Seringkali, orang
pun tidak sadar bahwa dirinya
bersikap manipulatif. Jadi, hanya
katakan kalimat tersebut jika
Anda memang meyakininya.
Atau bahwa Anda bisa menerima
segala kelebihan dan
kekurangannya.
Spontan atau direncanakan?
Cara terbaik untuk mengatakan
"I love you" adalah dengan
membiarkannya tumbuh di
dalam hati Anda, dan secara
spontan mengungkapkannya
ketika Anda merasakannya
begitu menggebu. Anda bisa saja
tiba-tiba mengucapkannya
sebagai surprise, atau dengan
menciptakan momen yang
berkesan. Namun, memang,
Anda harus berpikir lebih lama
ketika akan mengucapkannya
pertama kali. Hal ini membuat
Anda tanpa sadar
merencanakan, kapan sebaiknya
menyampaikan hal tersebut
pada pasangan. Hm...
membingungkan juga, ya.
Spontan mungkin lebih
mendebarkan.
Apakah waktunya tepat?
Rasa berdebar-debar karena
harus mengungkapkan perasaan
itu kadang-kadang bisa
mengacaukan keadaan. Jika
Anda mengatakannya pada saat
hubungan Anda sedang manis-
manisnya, mungkin tidak akan
menjadi masalah. Bahkan, akan
membuat si dia tersenyum
seharian. Namun banyak pula
pria yang menyukai hubungan
yang kasual, sehingga kalimat "I
love you" justru akan
membuatnya khawatir. Atau, si
dia merasa Anda terlalu cepat
mengatakannya, dan takut Anda
akan mendesaknya menikah.
Anda bisa saja meralat apa yang
Anda katakan, tetapi si dia tetap
akan mengingatnya.
Lebih baik menunjukkan, atau
mengatakannya?
Actions speak louder than
words. Banyak pasangan,
khususnya pria, yang tidak
mengutamakan kata-kata manis
atau rayuan. Yang penting, ia
bisa menunjukkan lewat
perbuatan bahwa ia memang
mencintai Anda. Coba
bandingkan dengan rasa sayang
Anda pada keluarga. Mungkin
Anda tak pernah mengatakan
"Love you, pa...", tapi Anda pasti
akan segera pulang ketika ayah
Anda merasa kesepian di rumah.
Menyadari bahwa ada seseorang
yang selalu hadir saat Anda
membutuhkannya akan menjadi
makna yang lebih kuat daripada
mendengar tiga kata tersebut.
Tidak berarti Anda harus
melarang diri Anda mengatakan
"I love you", namun akan lebih
berarti ketika Anda
menunjukkannya melalui
perbuatan.
More aboutpertimbang kan 5 hal berikut sebelum mengungkapkan cinta